Pemenang Kesabaran

Tempat yang ditujunya sama, cuma tempat pemberangkatan dan waktu tempuhnya aja yang beda.
Ini bukan soal siapa yang paling cepat sampai tapi ini soal siapa di antara kalian yang sanggup sabar dalam perjalanan dan siapa salah satu dari kalian yang sabar menunggu di tempat tujuan :)

Terima kasih untuk opening speechnya Ibu Linda Gumelar dan Ms. Angel Kearny. Terima kasih untuk pemaparan inovasi bagi bangsanya Bpk. dr. Aziz (dokter yg mngabdi di Halmahera Selatan untuk memberantas Malaria), Ibu Tri Mumpuni (Inovator listrik masuk desa), Ibu Mia (Founder Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), Bpk. Anies Baswedan (founder Indonesia Mengajar), dan juga Mr. Nakamura (founder Kopernik). Dan terima kasih juga Bpk. Ferry Salim (duta UNICEF Indonesia) atas video tentang keadaan anak bangsanya :)

Terima kasih untuk opening speechnya Ibu Linda Gumelar dan Ms. Angel Kearny. Terima kasih untuk pemaparan inovasi bagi bangsanya Bpk. dr. Aziz (dokter yg mngabdi di Halmahera Selatan untuk memberantas Malaria), Ibu Tri Mumpuni (Inovator listrik masuk desa), Ibu Mia (Founder Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), Bpk. Anies Baswedan (founder Indonesia Mengajar), dan juga Mr. Nakamura (founder Kopernik). Dan terima kasih juga Bpk. Ferry Salim (duta UNICEF Indonesia) atas video tentang keadaan anak bangsanya :)

Ponakan yang ogah manggil tante, cukup ‘Ami’. Happy 3rd
 birthday cici kesayanganku yang belakangan ini jarang ketemu :* semoga cepat besar dan jadi kebanggaan mamah papah (^-^) *maaf ya kadonya telat sehari huehehe*

Ponakan yang ogah manggil tante, cukup ‘Ami’. Happy 3rd
birthday cici kesayanganku yang belakangan ini jarang ketemu :* semoga cepat besar dan jadi kebanggaan mamah papah (^-^) *maaf ya kadonya telat sehari huehehe*

Kata orang jadi perempuan itu harus mandiri dan harus kaya, jangan bergantung sama orang tua atau pasangan apalagi untuk urusan penampilan. Baju yang bagus pasti harganya lumayan bahkan mahal, belum lagi sepatu sama tas, belum perawatan kesehatan biar tetep sehat, belum perawatan kecantikan mulai dari dokter kulit sampe make-up buat ke acara-acara. Pantes aja ibunda Khadijah r.a. mencontohkan kita para perempuan untuk berwirausaha sampai berhasil. Dan kenapa harus wirausaha? Iya soalnya wirausaha itu bisa dikerjain dari rumah, semakin tinggi jabatan semakin banyak uang yang dihasilkan semakin banyak waktu untuk di rumah dan semakin banyak pahala sedekah karena udah buka lapangan kerja buat banyak orang, insyaAllah. Hehehe (^-^)

Bingung rasanya melihat terlalu banyak fenomena hijab, salah satunya seperti ini… Di satu sisi banyak sekali mereka yang memberontak mati-matian meminta kebebasan dan haknya agar dapat menggunakan hijab tanpa harus terkena cemoohan masyarakat, di sisi lain masih banyak juga yang sudah memiliki kebebasan bahkan dukungan untuk berhijab namun semua itu disia-siakan dengan satu statement “aku belum siap” atau “nanti saja biar aku hijabi hatiku dulu”. Teman, hijab itu bukan masalah siap atau tidak, hijab itu kewajiban yang tidak bisa ditawar bagi perempuan baligh beragama Islam :)

HIjab itu wajib, ya, sama seperti sholat. Coba bayangkan ada dialog seperti ini:

"Ukhti, ayo sholat :)"

lalu yang diajak sholat menjawab “sebentar ukh, aku belum siap, biar hatiku saja dulu yang sholat”

piye toh? janggal banget kan? -___-

Kalau menunggu akhlak menjadi sempurna setelah itu baru berhijab, mau nunggu sampai kapan? Lebih baik sambil menyelam minum air, sambil memperbaiki akhlak, sambil kita berhijab. InsyaAllah lebih manfaat :))