Silahkan ucapkan selamat tinggal pada teenage kalian hey Monica Evelina Hutagaol dan Utami Maulidhiani :p Happy belated twenty to both of you my sweety pie :* jadi wanita dewasa kesayangan Tuhan YME. yaaa, jadi kebanggan mamah-papah mamah-bapa, jadi kaka yg bener buat adikadiknya jadi teteh yg sayang sama aa aa nya dan adiknya, daaaan tetep jadi sahabat aku ya kalian :) walau semenjak pisah sekolah kita jarang bertemu tapi kalian harus tau aku tetep sayang sayang banget sama kalian! Much love for you Tam, Mon. Miss you to the max! {}

Silahkan ucapkan selamat tinggal pada teenage kalian hey Monica Evelina Hutagaol dan Utami Maulidhiani :p Happy belated twenty to both of you my sweety pie :* jadi wanita dewasa kesayangan Tuhan YME. yaaa, jadi kebanggan mamah-papah mamah-bapa, jadi kaka yg bener buat adikadiknya jadi teteh yg sayang sama aa aa nya dan adiknya, daaaan tetep jadi sahabat aku ya kalian :) walau semenjak pisah sekolah kita jarang bertemu tapi kalian harus tau aku tetep sayang sayang banget sama kalian! Much love for you Tam, Mon. Miss you to the max! {}

rainyrens

rainyrens:

image

Ketika surat-surat yang berada di dalam kotak saran sudah tak lagi di baca, sudah saatnya media yang menyadarkannya.

Fungsi dari adanya kotak saran itu adalah menampung semua keluh kesah dari sang pengguna, bukan hanya sebagai pajangan yang harus ada tapi tak berdaya guna.

——————————————

Senasib dan setuju banget sama kamu mba :D

Ada banyak pengorbanan untuk sebuah mimpi besar. Namun kemudian ketika mimpi itu menjadi nyata, hal yang dikorbankan akan tergadai dengan bentuk lain. Allah swt. tidak pernah luput membalas pengorbananmu… So, keep trying to reach your dream :)

Merdeka dalam Batas

Merdeka?

Buat saya sebagai generasi muda Indonesia, merdeka adalah suatu keadaan ketika saya mampu menjadi diri saya sendiri dengan catatan sebagai berikut:

1. Berpikir dan berbuat masih dalam batas aturan agama dan perundang-undangnegara ini.

2. Bertanggung jawab atas segala pemikiran dan perlakuan saya.

3. Tidak melakukan hal yang merugikan bahkan menyakiti orang lain apalagi negara ini.

4. Mampu berkontribusi untuk kemaslahatan umat baik lingkup kecil maupun besar.

5. Tidak menjadi beban bagi orang lain.

6. Mampu memelihara nama harum bangsa ini.

Apa lagi ya? Hmmm ya intinya sih bebas-aktif bertanggung jawab kaya prinsipnya Indonesia yang tercantum dalam undang-undang dasar (^-^)

Read More

Jadi Prajurit Long Distance

Bismillah…

Assalamu’alaykum Warrahmatullah Wabarakaatu :)

Kali ini saya mau sedikit cerita-cerita tentang Palestina. Bukan bukan, bukan saya mau bicarain sejarah terjadinya konflik antara Israel-Palestina, saya mau bicara soal bagaimana saya mengenal konflik disana dan pendapat saya mengenai apa yang bisa kita lakukan untuk bantu pejuang-pejuang yang MasyaAllah disana.

Jadi, jujur aja saya baru ngeh soal konflik ini sekitar awal Juni pas lagi parah-parahnya serangan Israel ke jalur Gaza, padahal sebenernya konflik ini udah turun-menurun sejak berabad-abad yang lalu. Saya tahu dari media cetak dan media elektronik lebih spesifiknya televisi, setelah itu saya langsung penasaran dan mulai berenang di lembah google search buat nyari informasi dari sumber-sumber kelas dunia tentang konflik ini. Setelah banyak bahan yang saya baca (iya sebenernya saya lebih suka baca daripada nonton di tv) akhirnya saya paham sedikit soal konflik turun-temurun ini (Selama saya baca dan nonton tentang berita ini, ga jarang saya nangis sambil bertanya-tanya itu tentara Israel makan apa ya hatinya bisa kaya batu gitu, masa iya anak-anak tak berdosa dijadiin sasaran perang juga, dia perang ga tau aturan banget -.-)

Makin hari makin banyak informasi yang saya dapat ya termasuk tentang lembaga-lembaga penyalur dana bantuan untuk Palestina. Seiring banyaknya lembaga yang menyalurkan bantuan dana saya jadi kepikiran, selain sumbang dana dan do;a apalagi yang bisa kita perbuat untuk Negara yang udah berjasa besar juga dalam mendukung kemerdekaan Indonesia jaya raya ini? Maha Suci Allah yang denger pertanyaan saya, ga lama dari situ eh saya nemu sebuah portal yang nulis tentang sebuah gerakan sosial tingkat internasional yang melakukan pemboikotan terhadap produk-produk Israel maupun non-Israel yang menyumbang sebagian (kecil maupun besar) untungnya untuk mendanai serangan Israel ke Palestina. Tapi sayangnya disitu tertulis bahwa di Indonesia gerakan seperti ini tidak banyak dilakukan orang, kalaupun dilakukan biasanya tidak konsisten (ya mengingat produk-produk yang di boikot adalah produk sehari-hari). Penulis artikel tersebut sangat menyangkan keadaan ini, soalnya di Negara-negara lain  gerakan ini sudah dilakukan dengan baik bahkan sampai bisa menutup beberapa cabang perusahaan milik Israel yang ada di negaranya. Gerakan ini bernama BDS Movement. Temen-temen bisa search aja di google dengan key words itu, atau langsung ke portalnya www.bdsmovement.net sekalian follow juga twitternya @BDSmovement dan like fanspagenya di facebook “Boycott, Divestment and Sanction (BDS) Movement”.

Saya bener-bener terharu sama gerakan ini dan orang-orang yang udah konsisten nolak produk Israel dengan tidak membelinya. Buat saya ini salah satu cara nyata untuk ikut berjuang bersama dengan sistem LDR (udah kaya hubungan orang aja). Ya iya soalnya gini deh coba ya bayangin misalkan si X nyumbang 500.000 buat Palestina (ini udah terlihat gede kan ya?), tapi tanpa si X sadari dari dia  lahir  kayanya rupiah yang dia sumbang ke perusahaan Israel dan kawan-kawannya dengan membeli bahkan mendewakan produk-produknya mungkin lebih besar dari itu (astaghfirullah….). Serem kan ya? Apa lebay? Enggak ko ga lebay, coba deh bayangin lagi ya kalo misalkan satu botol air mineral punya untung Rp500 terus 10%nya disumbang buat Israel berarti ada Rp50 (per botol yang berhasil kejual), setiap harinya air mineral itu terjual antara 1.000-10.000 botol nah dikaliin ya Rp50 x 1.000 = Rp50.000 per hari loh itu ya dan kayanya penjualannya lebih dari 1.000 deh hahaha. Segitu aja dia udah bisa ngasih makan tentara Israel yang nembakin rudal ke Palestina. Bayangkan! Awalnya juga saya mikir, ah kalo cuma segelintir orang yang melakukan hal ini efeknya ga akan besar juga deh ya. Ah tapi saya inget dengan keberhasilan orang-orang luar negeri sana dalam memboikot produk-produk Israel. Dan lagi saya inget kata guru SMP saya “think global, act local. Mungkin kamu berpikir tindakan kamu ini kecil, sifatnya lokal, tidak punya banyak pengaruh. Tapi ingat yang mendasari kamu melakukan hal kecil itu adalah kepedulian kamu terhadap dunia global, cakupannya luas, in sya Allah nanti dibantu sama Allah. Semoga Allah Swt. menggerakan hati orang banyak untuk juga melakukan hal kecil yang ternyata bermanfaat besar. Aamiin.” Gitu katanya. Yaa sebenernya sih kalimat itu muncul waktu lagi pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dan lagi bahasan Go Green, tapi buat saya ya kalimat motivasi ini berlaku juga untuk melakukan boikot produk Israel tersebut.

Duhhh maaf ya kalau saya ceritanya belepotan gini, meleber kesana kemari, ga enak dibacanya. Maklum saya lebih terlatih pake bahasa lisan daripada tulisan begini (dan ini saya lagi belajar nuangin isi hati dan pikiran pake bahasa lisan, ya walaupun belum formal tersusun dengan baik. Hahaha. Namanya juga latihaaan~)

Oke semoga tulisan saya bisa bermanfaat dan saya harap bisa memberi semangat lebih sama temen-temen untuk melakukan boikot produk Israel dan kawan-kawannya. Untuk daftar produknya temen-temen bisa dengan mudah search di google ko :D

Wassalamu’alaykum warrahmatullah wabarakaaatu :)