Jadi Prajurit Long Distance

Bismillah…

Assalamu’alaykum Warrahmatullah Wabarakaatu :)

Kali ini saya mau sedikit cerita-cerita tentang Palestina. Bukan bukan, bukan saya mau bicarain sejarah terjadinya konflik antara Israel-Palestina, saya mau bicara soal bagaimana saya mengenal konflik disana dan pendapat saya mengenai apa yang bisa kita lakukan untuk bantu pejuang-pejuang yang MasyaAllah disana.

Jadi, jujur aja saya baru ngeh soal konflik ini sekitar awal Juni pas lagi parah-parahnya serangan Israel ke jalur Gaza, padahal sebenernya konflik ini udah turun-menurun sejak berabad-abad yang lalu. Saya tahu dari media cetak dan media elektronik lebih spesifiknya televisi, setelah itu saya langsung penasaran dan mulai berenang di lembah google search buat nyari informasi dari sumber-sumber kelas dunia tentang konflik ini. Setelah banyak bahan yang saya baca (iya sebenernya saya lebih suka baca daripada nonton di tv) akhirnya saya paham sedikit soal konflik turun-temurun ini (Selama saya baca dan nonton tentang berita ini, ga jarang saya nangis sambil bertanya-tanya itu tentara Israel makan apa ya hatinya bisa kaya batu gitu, masa iya anak-anak tak berdosa dijadiin sasaran perang juga, dia perang ga tau aturan banget -.-)

Makin hari makin banyak informasi yang saya dapat ya termasuk tentang lembaga-lembaga penyalur dana bantuan untuk Palestina. Seiring banyaknya lembaga yang menyalurkan bantuan dana saya jadi kepikiran, selain sumbang dana dan do;a apalagi yang bisa kita perbuat untuk Negara yang udah berjasa besar juga dalam mendukung kemerdekaan Indonesia jaya raya ini? Maha Suci Allah yang denger pertanyaan saya, ga lama dari situ eh saya nemu sebuah portal yang nulis tentang sebuah gerakan sosial tingkat internasional yang melakukan pemboikotan terhadap produk-produk Israel maupun non-Israel yang menyumbang sebagian (kecil maupun besar) untungnya untuk mendanai serangan Israel ke Palestina. Tapi sayangnya disitu tertulis bahwa di Indonesia gerakan seperti ini tidak banyak dilakukan orang, kalaupun dilakukan biasanya tidak konsisten (ya mengingat produk-produk yang di boikot adalah produk sehari-hari). Penulis artikel tersebut sangat menyangkan keadaan ini, soalnya di Negara-negara lain  gerakan ini sudah dilakukan dengan baik bahkan sampai bisa menutup beberapa cabang perusahaan milik Israel yang ada di negaranya. Gerakan ini bernama BDS Movement. Temen-temen bisa search aja di google dengan key words itu, atau langsung ke portalnya www.bdsmovement.net sekalian follow juga twitternya @BDSmovement dan like fanspagenya di facebook “Boycott, Divestment and Sanction (BDS) Movement”.

Saya bener-bener terharu sama gerakan ini dan orang-orang yang udah konsisten nolak produk Israel dengan tidak membelinya. Buat saya ini salah satu cara nyata untuk ikut berjuang bersama dengan sistem LDR (udah kaya hubungan orang aja). Ya iya soalnya gini deh coba ya bayangin misalkan si X nyumbang 500.000 buat Palestina (ini udah terlihat gede kan ya?), tapi tanpa si X sadari dari dia  lahir  kayanya rupiah yang dia sumbang ke perusahaan Israel dan kawan-kawannya dengan membeli bahkan mendewakan produk-produknya mungkin lebih besar dari itu (astaghfirullah….). Serem kan ya? Apa lebay? Enggak ko ga lebay, coba deh bayangin lagi ya kalo misalkan satu botol air mineral punya untung Rp500 terus 10%nya disumbang buat Israel berarti ada Rp50 (per botol yang berhasil kejual), setiap harinya air mineral itu terjual antara 1.000-10.000 botol nah dikaliin ya Rp50 x 1.000 = Rp50.000 per hari loh itu ya dan kayanya penjualannya lebih dari 1.000 deh hahaha. Segitu aja dia udah bisa ngasih makan tentara Israel yang nembakin rudal ke Palestina. Bayangkan! Awalnya juga saya mikir, ah kalo cuma segelintir orang yang melakukan hal ini efeknya ga akan besar juga deh ya. Ah tapi saya inget dengan keberhasilan orang-orang luar negeri sana dalam memboikot produk-produk Israel. Dan lagi saya inget kata guru SMP saya “think global, act local. Mungkin kamu berpikir tindakan kamu ini kecil, sifatnya lokal, tidak punya banyak pengaruh. Tapi ingat yang mendasari kamu melakukan hal kecil itu adalah kepedulian kamu terhadap dunia global, cakupannya luas, in sya Allah nanti dibantu sama Allah. Semoga Allah Swt. menggerakan hati orang banyak untuk juga melakukan hal kecil yang ternyata bermanfaat besar. Aamiin.” Gitu katanya. Yaa sebenernya sih kalimat itu muncul waktu lagi pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dan lagi bahasan Go Green, tapi buat saya ya kalimat motivasi ini berlaku juga untuk melakukan boikot produk Israel tersebut.

Duhhh maaf ya kalau saya ceritanya belepotan gini, meleber kesana kemari, ga enak dibacanya. Maklum saya lebih terlatih pake bahasa lisan daripada tulisan begini (dan ini saya lagi belajar nuangin isi hati dan pikiran pake bahasa lisan, ya walaupun belum formal tersusun dengan baik. Hahaha. Namanya juga latihaaan~)

Oke semoga tulisan saya bisa bermanfaat dan saya harap bisa memberi semangat lebih sama temen-temen untuk melakukan boikot produk Israel dan kawan-kawannya. Untuk daftar produknya temen-temen bisa dengan mudah search di google ko :D

Wassalamu’alaykum warrahmatullah wabarakaaatu :)

Cerita dari Ibu Kota

Assalamu’alaykum Warrahmatullah

Hello tumblr long time no see!!! Sekalinya posting mau curhat dulu aaah~
Jadi cerita ini maknanya tentang kesejangan sosial.

Intro: Kemarin saya menghadiri sebuah acara semacam seminar dan diskusi gitu tentang graduate school di Amerika. Acara itu diadain di @america yang notabene ada di dalem sebuah mall di kawasan SCBD (Sudirman Central Business District) Jakarta Selatan. Mall tersebut ada di belakang sebuah hotel bernama The Ritz Carlton. Ya, mall yang saya maksud adalah Pacific Place. Sebelum datang kesana saya sempetin browsing dulu “how to reach that place” dan kebetulan nemu blog salah seorang mahasiswa yang jelasin pengalaman dia kesana. Intinya dia cerita bahwa mall itu eksklusif banget sampe dia bingung masuknya lewat mana dan pas masuk ternyata pake pemeriksaan kaya mau masuk gedung perkantoran. Dan ternyata apa yang dia alami saya alami juga (re:bingung masuknya lewat mana) hahaha. But, lucky me saya punya temen yang bisa saya telepon buat nanya masuk mall ini lewat mana. Akhirnya saya bisa masuk dan lolos di bagian pemeriksaan.

Reff: Setelah acara di @america itu selesai saya penasaran pengen muter muter mall itu, tapi sebelum muter-muter tentunya saya browsing dulu (lagi)  toko-toko apa aja yang ada disini, saya langsung buka google dan nemu web ini http://www.pacificplace.co.id/directory/ asli itu dari semua tenant cuma ada beberapa yang saya kenal hahahaha. Saya dan teman saya memutuskan untuk makan di Wendys ya karena itu satu-satunya yang menurut kami harganya masuk akal. Dalam perjalanan dari @america  ke mushalla terus ke Wendys saya merhatiin isi mall ini mulai dari desain interior, desain toko-toko, sampe pengunjungnya. Iya kalo diibaratin orang mall ini tuh tipe tipe orang yang dandanannya biasa aja tapi arogan, angkuh gitu. Sadis, ini bener-bener bukan levelan saya saat ini. Terus saya jadi mikir kalo mall segini angkuhnya (dari sisi harga barang-barangnya) aja enggak bangkrut dalam artian masih ada pengunjung setianya berarti Indonesia ini sebenernya banyak banget orang kayanya ya, cuma ya mungkin harta kekayaannya belum terbagi cukup banyak dengan kaum yang bertandang ke mall ini untuk bersih-bersih demi sesuap nasi untuk sebulan kedepan.

Mungkin saya juga termasuk kaum norak karena kalau masuk mall begini tuh tengok kanan kiri sambil mangap malah kadang keceplosan “yaAllah ini mall nih? gede amat yak, nih yang belanja disini gajinya sebulan berapa yak” hahahaha. Jujur aja di kota saya tinggal aja mallnya ga ada yang segede gini. Jadi kepikiran juga… Di ibu kota orang saling bersaing bangun gedung-gedung tinggi, tapi di wilayah-wilayah lain di luar sana masih dalam tahap bersaing bangun ruang-ruang kelas yang layak yaa setidaknya tidak bocor saat hujan. Haaaah negeri ini masih butuh pemerataan kesejahteraan di daerah-daerah sepertinya.

Closing: seperti biasanya kalau saya berkesempatan mengunjungi mall angkuh seperti ini, sebelum pulang saya tinggalkan sepucuk do’a : “ya saat ini emang masih belum mampu beli barang-barang disini, tapi semoga suatu saat nanti kalau udah kerja bisa sanggup beli barang-barang disini, sambil ajak mamah sama bapa sama teteh dan aa juga. aamiin yaAllah..” mungkin do’a ini konyol dibacanya ya hahaha tapi emang saya pengen sekali-kali rasain jadi orang kaya. *walau kayanya nih kalopun udah jadi kaya raya sejagad saya masih ngerasa ga penting banget beli tas atau sepatu atau baju yang harganya bisa seharga laptop bahkan lebih HA HA HA bukannya pelit tapi yaa pikir aja buat apaan coba selama masih ada produk aseli (terutama karya anak bangsa Indonesia) yang harga dan mutunya masuk akal, mendingan uangnya dipake beli beras bisa dapet berapa karung tuh (^-^)v

Oke sekian aja. Daaan ngomong-ngomong sepertinya ini pertama kalinya saya curhat sepanjang ini di tumblr hihihi.

Wassalamu’alaykum.

Sampe ada yang naik ke bangku biar keliatan di potonya, di pinggir kanan-kiri juga sebenernya masih banyak om/tante/teteh/aa/ponakan yang ke-crop, dan segini juga masih banyak yang belum dateng kumpul ._. Alhamdulillah yah #IedMoment yang menyenangkan :)) Salam dari keluarga besar(besaran) Bpk.Suganda (alm.) yang sebagian besar tinggal di Abesin :* #BigFamily #IedDay1 #LatePost

Sampe ada yang naik ke bangku biar keliatan di potonya, di pinggir kanan-kiri juga sebenernya masih banyak om/tante/teteh/aa/ponakan yang ke-crop, dan segini juga masih banyak yang belum dateng kumpul ._. Alhamdulillah yah #IedMoment yang menyenangkan :)) Salam dari keluarga besar(besaran) Bpk.Suganda (alm.) yang sebagian besar tinggal di Abesin :* #BigFamily #IedDay1 #LatePost

Akan datang masa ketika seseorang merasa bimbang saat membuka lini masa media sosial.. Yang satu mengungkap masalah dari sisi sebelah kanan satu lagi dari sisi sebelah kiri… Dan kami yang berada di tengah hanya bisa garuk-garuk kepala, tengok kanan kiri, memperhatikan kedua kubu yang mulai menimbun fakta dengan pendapat. Kejamnya….

Dear my lovely God…

yaAllah bantu aku untuk menjadi orang yang lebih sabar

yaAllah bantu aku untuk menjadi orang yang lebih peka

yaAllah bantu aku untuk menjadi orang yang lebih bijak

yaAllah bantu aku untuk menjadi orang yang lebih ikhlas

Allah… pertemukan aku dengan mereka yang mampu mengajari aku banyak hal

Allah… pertemukan aku dengan mereka yang mampu mengetuk hatiku untuk lebih taat

Allah… pertemukan aku dengan mereka yang mampu membuatku lebih Engkau cintai

Allah… lindungi aku dari orang-orang yang akan membuatku mengingat dan mencintai dunia ini saja

yaAllah… sungguh banyak cara yang Engkau sajikan kepada kami, hamba-hambaMu, untuk senantiasa mendewasakan diri kami. Cara yang mungkin kami benci, atau kami cintai. Cara yang mungkin sulit kami pahami, atau cara yang sangat mudah kami pahami. Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahim aku mohon kuasaMu untuk kelapanganhatiku, aku mohon kebesaranMu untuk kekuatanku…

YaAllah kuatkan aku untuk setiap masalah yang ada di hadapanku, jadikan aku orang yang senantiasa beriman dan syukur… Kalaupun aku harus menangisi caraMu menguatkanku, jadikan air mata itu sebagai sarana penghapus dosa dan pengingat bahwa aku adalah hambaMu yang lemah yang sangat butuh dan bersandar pada kuasaMu.. Aamiin yaRabbal’alamiin

thebeautyofislam

Dua for the Twelfth Day of Ramadhan 

اَللّـهُمَّ زَيِّنّي فيهِ بِالسِّتْرِ وَالْعَفافِ
وَاسْتُرْني فيهِ بِلِباسِ الْقُنُوعِ وَالْكَفافِ
وَاحْمِلْني فيهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالاِْنْصافِ
وَآمِنّي فيهِ مِنْ كُلِّ ما اَخافُ
بِعِصْمَتِكَ يا عِصْمَةَ الْخائِفينَ

O Allah, in this month, beautify me with the trimming and frills of modesty and chastity, let contentment and (self) satisfaction by my daily wear, let me adhere to justice and fairplay in my dealings with (fellow men), and keep me safe from all that which terrify me, through Thy support, O He who gives support to the frightened.

Duas from previous days

Yang kemarin tiba-tiba minta ditemenin buka puasa taunya mau kasih hadiah. Terimakasih banyak ya untuk waktu yang disisihkan buat aku, untuk little sweet surprisenya, meet-upnya yang zuper seru ngobrol sampe sakit perut ngetawain masa lalu, kadonya yang pas banget sama kebutuhan aku, daaan pastinya terimakasih udah jadi sahabat aku 8 tahun ini, udah ngertiin aku luar dalem dari jaman anak ingusan baru lulus SD sampe sekarang udah kuliah masuk tahun ketiga, udah ikhlas berbagi suka-duka… Semoga persahabatan kita ga cuma di dunia, tapi juga sampai di akhirat nanti. May Allah swt. always bless us and our friendship. Aamiin yaAllah yaRabbal’alamiin. Love you sist @utamimaulidhiani :* {}

Yang kemarin tiba-tiba minta ditemenin buka puasa taunya mau kasih hadiah. Terimakasih banyak ya untuk waktu yang disisihkan buat aku, untuk little sweet surprisenya, meet-upnya yang zuper seru ngobrol sampe sakit perut ngetawain masa lalu, kadonya yang pas banget sama kebutuhan aku, daaan pastinya terimakasih udah jadi sahabat aku 8 tahun ini, udah ngertiin aku luar dalem dari jaman anak ingusan baru lulus SD sampe sekarang udah kuliah masuk tahun ketiga, udah ikhlas berbagi suka-duka… Semoga persahabatan kita ga cuma di dunia, tapi juga sampai di akhirat nanti. May Allah swt. always bless us and our friendship. Aamiin yaAllah yaRabbal’alamiin. Love you sist @utamimaulidhiani :* {}

kurniawangunadi

kurniawangunadi:

Ini adalah tulisan yang berangkat dari sebuah pernyataan di lini masa milik Andina Avika beberapa waktu yang lalu. Ada salah satu menikah jenis baru, yaitu menikahi almamater. Tidak hanya itu, lebih spesifik lagi adalah menikahi almamater-jurusan-dan profesi.

Semakin kesini, semakin…

Karena almamater bukan ukuran keimanan dan ketakwaan, hal paling utama yang seharusnya kita pertimbangkan dalam menentukan pasangan hidup. :)

Hati-hati dalam bertindak ya :) mungkin maksudnya baik, untuk memotivasi teman-teman di timelinenya tapi ingat kita tidak bisa mengendalikan pikiran orang lain yang menganggap ini status riya… Lebih baik jika katakatanya diganti dan disusun menjadi sebuah kalimat ajakan untuk bersama-sama melakukan kebaikan (^-^) #Repost from timeline #LineID fauziah :D

Hati-hati dalam bertindak ya :) mungkin maksudnya baik, untuk memotivasi teman-teman di timelinenya tapi ingat kita tidak bisa mengendalikan pikiran orang lain yang menganggap ini status riya… Lebih baik jika katakatanya diganti dan disusun menjadi sebuah kalimat ajakan untuk bersama-sama melakukan kebaikan (^-^) #Repost from timeline #LineID fauziah :D